Batu Karang

Oleh : Nikeisha Esquiria Faiha_8D

Kalian tahu sendiri, bakat ada bukan untuk dipendam, dibagikan hanya kepada teman terdekat saja. Tapi bisa sebagai jalan hidup kita suatu hari nanti, untuk bermanfaat kepada orang lain. Terlebih untuk menggapai cita-cita. Tidak apalah mereka mengejek apa yang menjadi cita-cita kita.

“Dih, gendut. Mana bisa jadi model.”

“Kamu pendek, nggak mungkin lah jadi pemain basket terhebat.”

“Sok puitis, kalimat aja enggak ada bagus-bagusnya.”

“Sudahlah kenapa memperjuangkan suatu hal yang mustahil?”

Kuberi tahu rahasia ya… sebenarnya, mustahil jika itu adalah mustahil.

Anggap mereka memberi motivasi dengan gaya lain, mungkin mereka gengsi menyemangati kita. Jangan hilang niat kalau sudah dihina. Mungkin satu-dua tidak apalah, itu manusiawi pernah merasa ingin menyerah. Tapi jangan pernah benar-benar menyerah. Banyak kejutan untuk hari ini, hari esok, dan hari kemarin adalah pengalaman. Dan sejatinya pengalaman adalah guru terbaik.

Jadilah seperti batu karang yang meski dihantam berkali-kali tetap tegar, gagah, dan penuh percaya diri. Tetap pada tempatnya serta tetap pada tekatnya. Bukan seperti ombak waktu siang-malam. Saat pasang-surut. Niatnya bisa hilang-muncul kapanpun.

Keyakinan adalah dasar yang menenentukan bisa atau tidaknya kita dalam melakukan hal apapun. Jadi, kunci utama adalah yakin. Yakin bahwa akan terjadi hal baik. Bukan yakin dengan pemikiran negatif, padahal memulai dan melangkah saja belum. Terlalu takut melangkah itu berbahaya, melangkah terlalu jauh sampai melewati batas pun juga berbahaya.

Saya pikir semua bakat ada manfaatnya, kalaupun ada beberapa yang tidak bermanfaat. Setidaknya bagi yang memiliki dan atau menikmati, hal itu dapat membawa kebahagiaan sendiri, sehingga mampu membawa ‘matahari’ tersendiri dan membuatnya semangat untuk terus menjalani hari.

Namun, sesungguhnya Allah menciptakan sesuatu dengan manfaatnya.

Jangan setengah-setengah menggunakan bakat, maka kamu sudah setengah gagal.

Tapi, tidak semua hasil murni dari bakat. Lebih banyak karena usaha, percuma berbakat namun tidak pernah diusahakan untuk menjadi yang lebih baik. Sisanya lagi adalah doa serta keberuntungan. Maka, jadilah orang baik agar kebaikan juga selalu mengikutimu. Karena nggak semua yang kita inginkan, adalah yang baik untuk kita. Ada orang yang keras kepala menjadi dokter, maunya jadi dokter, apapun dilakukan demi menjadi itu. Tapi ternyata ada profesi lain yang sebenarnya menunggunya di satu titik yang telah ia lewati. Karena ia sangat besikeras menjadi dokter, maka ia sudah luput dengan kemungkinan yang lebih besar adanya. Misalkan profesi sebagai penulis. Contoh cerita itu adalah Nadhifa Allya Tsana biasanya dipanggil Paus, founder rintik sedu, tempat pulang kaum jomblo, ldr, patah hati, dan lain-lain.

Selalu ada kejutan untuk hal yang kita harapkan, meski hasilnya tidak sesuai dengan apa yang ingin diperjuangkan.

Intinya, tetap berjuanglah pada apa yang ingin diperjuangkan. Jangan malu untuk menunjukkan bakatmu. Karena bakat terbaik tak jarang luput dari pandangan. Siapa tahu kalianlah pemilik bakat terbaik itu. Teringat mamaku pernah berucap, “semua bisa didapat setelah mengeluarkan darah, keringat, dan air mata.” Pokoknya tetap pada jalan yang ingin ditempuh, berusahalah sampai titik darah penghabisan, lantas untuk hasil serahkan kepada Tuhan Yang Maha Kuasa. Sesungguhnya naskah terbaik yang pernah ada adalah yang telah Allah gariskan.

Leave a Reply

Your email address will not be published.