Selamatkan Generasi dengan Jaga Kesehatan Mental

Kesehatan mental pada remaja perlu menjadi perhatian para orang tua. Sebab, gangguan mental bisa jadi salah satu faktor yang dapat memicu berbagai masalah pada seseorang, termasuk depresi dan bunuh diri.”

Generasi muda berbakat disiapkan sebagai generasi emas untuk tahun 2045. Mengapa 2045? Ya, hal itu karena pada tahun tersebut Indonesia genap berusia 1 abad.
Oleh karena itu, persiapan yang perlu kita lakukan dalam membina generasi ini sejak masa remaja adalah memastikan mereka memiliki kesehatan fisik yang baik agar dapat menjadi produktif di masa yang akan datang. Lebih dari itu, kesehatan mental juga merupakan hal yang sangat penting. Ini bertujuan untuk menciptakan generasi yang sehat, cerdas, dan memiliki karakter yang baik. Di lapangan, kita sering menemukan generasi yang cerdas serta memiliki kesehatan fisik yang baik. Akan tetapi, menemukan generasi yang memiliki kesehatan mental yang kuat masih menjadi tantangan. Itu karena sering kali kita menemui remaja yang mengalami kecemasan, menghadapi perasaan lesu, atau bahkan terlibat dalam tindakan bullying.

“Kena mental, kamu….”

Kata-kata itu sering terdengar dari anak-anak remaja zaman sekarang, untuk membully maupun melemahkan lawan bicara. Namun, hal ini sepertinya sudah menjadi trend di kalangan remaja sekarang. Perlu kita ketahui, kesehatan mental dipengaruhi oleh peristiwa dalam kehidupan yang meninggalkan dampak yang besar pada kepribadian dan perilaku seseorang. Peristiwa-peristiwa tersebut dapat berupa kekerasan dalam rumah tangga, pelecehan anak, atau stres berat dalam jangka panjang. Jika kesehatan mental terganggu, maka timbul gangguan mental atau penyakit mental. Gangguan mental dapat mengubah cara seseorang dalam menghadapi stres, berhubungan dengan orang lain, membuat pilihan, bahkan dapat memicu hasrat untuk menyakiti diri sendiri.

Pengertian Kesehatan Mental

Kesehatan mental merupakan kondisi di mana individu memiliki kesejahteraan yang tampak dari dirinya yang mampu menyadari potensinya sendiri. Seseorang yang bermental sehat memiliki kemampuan untuk mengatasi tekanan hidup yang normal pada berbagai situasi, mampu bekerja secara produktif, serta mampu memberikan kontribusi kepada komunitasnya.

Gejala Gangguan Mental

Berikut ini adalah beberapa gejala atau tanda penyakit mental yang mungkin terjadi pada anak:

  1. Adanya perubahan perilaku, itu bisa dengan mudah dilihat ketika anak cenderung kasar, mudah bertengkar, dan merasa frustasi;
  2. Perubahan mood, tanda penyakit mental lainnya adalah mood atau suasana hati anak yang berubah secara tiba-tiba. Kondisi ini bisa saja berlangsung sebentar, bisa juga hingga dalam jangka waktu yang tidak menentu. Tentunya, hal ini bisa mengakibatkan masalah pada hubungan dengan keluarga serta teman sebaya. Ini merupakan gejala umum dari depresi, Attention Defict Hyperactivity Disoder( ADHD), hingga kelainan bipolar (perubahan suasana hati);
  3. Kesulitan berkonsentrasi, anak-anak yang menderita gangguan mental cenderung sulit fokus atau memperhatikan sesuatu dalam waktu yang lama. Selain itu, mereka juga memiliki kesulitan untuk duduk diam dan membaca. Tanda penyakit mental yang satu ini dapat menyebabkan menurunnya performa di sekolah juga perkembangan otaknya;
  4. Penurunan berat badan, tak hanya karena penyakit fisik, berat badan yang menurun drastis juga bisa menjadi tanda penyakit mental anak. Gangguan makan, stres, hingga depresi dapat menjadi penyebab anak kehilangan nafsu makan, mual, dan muntah yang berkelanjutan;
  5. Menyakiti diri sendiri, perhatikan saat anak sering mengalami kekhawatiran serta rasa takut berlebih. Perasaan ini dapat berujung pada keinginannya untuk menyakiti diri sendiri. Biasanya, ini menjadi akumulasi dari perasaan stres serta menyalahkan diri sendiri karena gangguan mental juga mengakibatkan anak sulit mengelola emosi. Ini juga menjadi tanda gangguan mental pada anak yang perlu Anda cermati karena tidak menutup kemungkinan berujung sampai pada percobaan bunuh diri;
  6. Muncul berbagai masalah kesehatan, penyakit atau gangguan mental juga dapat ditandai dengan masalah pada kesehatannya, misal anak mengalami sakit kepala dan sakit perut yang berkelanjutan; dan
  7. Perasaan yang intens, anak-anak kadang menghadapi perasaan takut yang berlebihan tanpa alasan. Tanda gangguan mental pada anak ini seperti menangis, berteriak atau mual disertai dengan perasaan sangat intens. Perasaan ini pun dapat menyebabkan efek seperti kesulitan bernapas, jantung berdebar atau bernapas dengan cepat, yang dapat mengganggu aktivitas sehari-hari.

Ciri-Ciri Kesehatan Mental yang Baik

Anak remaja dengan kesehatan mental yang baik umumnya memiliki ciri-ciri sebagai berikut:

  1. merasa lebih bahagia dan lebih positif tentang diri mereka sendiri dan menikmati hidup;
  2. bangkit kembali dari kekesalan dan kekecewaan;
  3. memiliki hubungan yang lebih sehat dengan keluarga dan teman;
  4. melakukan aktivitas fisik dan makan makanan yang sehat;
  5. terlibat dalam kegiatan;
  6. memiliki rasa pencapaian;
  7. bisa bersantai dan tidur nyenyak; dan
  8. merasa nyaman di komunitas mereka.

Mempromosikan Kesehatan Mental bagi Remaja

Perlukah promosi kesehatan mental dilakukan? Jika diperlukan siapakah yang harus melakukan? Promosi kesehatan mental bertujuan untuk mempromosikan kesehatan mental yang positif. Cara yang dapat dilakukan adalah dengan meningkatan kesejahteraan psikologis, kompetensi, ketahanan manusia, serta menciptakan kondisi dan lingkungan hidup yang mendukung (WHO, 2002). Promosi kesehatan mental dapat dilakukan dengan mengumpulkan data terkait insidensi gangguan tersebut supaya masyarakat meningkat kesadarannya dan mendapat pengetahuan terkait permasalahan.

Berikut adalah beberapa cara untuk mempromosikan kesehatan mental bagi remaja dan meningkatkan kesejahteraannya:

  1. menunjukkan cinta, kasih sayang, dan perhatian pada anak remaja;
  2. menunjukkan bahwa kita orang dewasa tertarik dengan apa yang terjadi dalam kehidupan anak. Pujilah upaya anak serta poin bagus dan prestasi mereka. Hargai ide dan pendapat anak;
  3. menikmati waktu bersama dengan anak, dan juga sebagai sebuah keluarga;
  4. dorong anak untuk berbicara terbuka tentang perasaannya dengan kita. Penting bagi anak untuk merasa bahwa mereka tidak harus melalui segala sesuatunya sendiri dan bahwa anda dapat bekerja sama untuk menemukan solusi sebuah masalah;
  5. tangani segera masalah ketika muncul, daripada membiarkannya menumpuk; dan
  6. bicaralah dengan anggota keluarga terpercaya, teman, orang tua, atau guru jika anda memiliki kekhawatiran. Jika anda merasa membutuhkan lebih banyak bantuan, bicarakan dengan dokter umum atau profesional kesehatan lainnya mengenai kondisi mental anak.

Kesehatan fisik adalah bagian besar dari kesehatan mental. Untuk membantu anak tetap sehat secara emosional dan fisik, dorong anak Anda untuk melakukan hal berikut ini:

  1. tetap aktif, kebugaran fisik akan membantu anak tetap sehat, memiliki lebih banyak energi, merasa percaya diri, mengelola stres dan tidur nyenyak;
  2. kembangkan dan pertahankan kebiasaan makan yang sehat;
  3. tidur teratur yang cukup, tidur yang berkualitas akan membantu anak untuk mengelola kehidupan yang sibuk, stress, dan tanggung jawab; dan
  4. hindari alkohol dan obat-obatan lainnya.

Upaya Menjaga Kesehatan Mental bagi Remaja

Salah satu upaya menjaga kesehatan mental remaja adalah dengan berbicara dari hati ke hati dengan mereka. Ajak anak remaja berbicara sebagai teman, agar anak tidak merasa digurui bahkan dihakimi. Cinta dan dukungan serta hubungan yang kuat dengan keluarga dan orang-orang terdekat dapat memiliki pengaruh langsung dan positif pada kesehatan mental bagi remaja. Bahkan, hubungan emosional yang baik dapat mengurangi kemungkinan remaja mengalami masalah kesehatan mental.

Mari kita siapkan generasi masa depan dengan sejak dini mengenali mereka. Kita kenali mereka mulai dari kesehatan fisik dan mentalnya agar harapan bangsa Indonesia menciptakan generasi emas bisa terwujud.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

raja111