Mengajar dalam paradigma lama adalah proses menyampaikan informasi atau pengetahuan dari guru kepada peserta didik. Paradikma ini berimplikasi bahwa segala sesuatu ditentukan oleh guru. Pembelajaran berpusat pada guru dan guru berfungsi sebagai sumber belajar, materi pelajaran disampaikan secara langsung kepada peserta didik dengan menggunakan metode ceramah.
Mengajar dalam paradigma baru adalah proses mengatur lingkungan sedemikian rupa sehingga peserta didik mau belajar atau dengan istilah lain adalah proses membelajarkan peserta didik. Paradikma ini berimplikasi bahwa segala sesuatu ditentukan bersama oleh guru dan peserta didik. Pembelajaran berpusat pada peserta didik. Guru lebih berfungsi sebagai fasilitator dan motivator dari pada sumber belajar. Materi pelajaran tidak disampaikan secara langsung tetapi peserta didik diberi kesempatan untuk menemukan dan mengkonstruksi ilmunya sendiri.
Seni adalah sebuah keahlian membuat karya yang bermutu, seperti tari, lukisan, ukiran. Demikian pula dalam kegiatan belajar mengajar. Seni meliputi banyak kegiatan manusia dalam menciptakan karya visual, audio, atau pertunjukan yang mengungkapkan imajinasi, rasa, atau gagasan dari pembuatnya, untuk dihargai keindahannya estetikanya, atau kekuatan emosinya
Mengapa mengajar merupakan seni bukan science? Berdasarkan sebuah survey yang dihimpun dari beberapa guru menunjukkan hasil bahwa mengajar adalah sebuah seni, bukan ilmu. Artinya keterampilan mengajar tidak dihasilkan hanya dengan mengetahui ilmu dan pengetahuan tentang mengajar tetapi merupakan praktek-praktek mengajar. Alexandra Laffey mengatakan “The art of teaching comes from failing. The art of teaching is something that comes from inside a special type of person. Seni mengajar ditemukan dalam kegagalan dan seni mengajar lahir dari dalam pribadi guru yang special. Dalam mengajar dibutuhkan lebih dari satu cara, menuntut kemampuan guru dalam memilih strategi yang tepat, mengatasi perilaku peserta didik dan melakasakan rencana pembelajaran efektif sehingga tujuan pembelajaran dapat tercapai. mengajar adalah sebuah seni disebutkan Guru yang mempercayai mengajar adalah sebuah seni akan melatih keterampilan mengajarnya dan belajar dari kesalahannya. Beberapa hal yang harus dilakukan oleh guru adalah memahami teaching cycle agar dapat mengasah keterampilan mengajar sehingga dapat menjawab kekompleksitasan dalam pembelajaran.
Menurut James S. Cangelosi dalam bukunya Classroom Management Stategies terdiri atas 1) Determine needs of students; 2) Determine Learning goal; 3) Design Learning Activities; 4) Prepare for the learning activities; 5) conduct the learning activities dan 6) Determine how well students have achieved the learning goal. Karena merupakan siklus maka ini merupakan pengulangan yang terus diupayakan, dievaluasi dan direfleksikan oleh guru untuk menciptakan pembelajaran yang menyenangkan sebagai bagian dari mengajar adalah sebuah seni.
Berikut ini pemaparan dari siklus pembelajaran:
- Determine needs of students
Pada bagian ini guru perlu mengidentifikasi kebutuhan peserta didik. Identifikasi kebutuhan dapat dilakukan dengan melakukan assessmen. Hasil assessmen akan menujukkan kemampuan apa yang telah dimiliki siswa dan hal-hal apa saja yang belum dikuasai. Selain itu mengetahui karakteristik peserta didik juga penting dilakukan sehingga pemilihan strategi, metodologi dan media yang dipilih. Bagian ini penting sekali sehingga guru dapat menentukan tujuan pembelajaran / learning goal yang akan dicapai dan dapat dicapai.
- Determine Learning goal
Setelah mengetahui kebutuhan peserta didik maka langkah selanjutnya adalah menentukan tujuan pembelajaran. Tujuan pembelajaran harus dapat diukur dan dievaluasi. Kata kerja operasional dari toksonomi bloom revisi digunakan sesuai dengan capaian pembelajaran yang akan dicapai. Guru perlu menyelaraskan learning goal yang diturukan dari silabus sekolah dan pembelajaran karakter yang teritegrasi.
- Design Learning Activities
Seni mengajar sangat ditentukan pada kreativitas guru mendesain learning activities atau aktivitas pembelajaran. Pada tahap ini guru perlu memilih aktivitas pembelajaran sesuai dengan kebutuhan dan karakteristik peserta didik. Aktivitas pembelajaran juga perlu memperhatikan stategi dan model pembelajaran yang digunakan. Aktivitas pembelajaran yang baik tidak hanya menuhi ranah kognitif tetapi juga perlu mengembangkan ranah afektif dan psikomotor. Berdasarkan kurikulum 2013 bahwa aktivitas pembelajaran perlu mengembangkan keterampilan, pengetahuan dan sikap.
- Prepare for the learning activities
Rencana pembelajaran yang disusun dengan sangat baik perlu didukung dengan persiapan yang matang. Pada tahap ini persiapan pembelajaran meliputi pembagian waktu, alat dan bahan yang dibutuhkan. Selain itu guru juga perlu siap dengan perubahan dan atau kegagalan saat melakukan aktivitas pembelajaran. Perubahan terkait pada waktu. Misalnya guru telah menyusun sedemikian rupa aktivitas pembelajaran tetapi ternyata karena ada siswa yang sikapnya menggangu siswa lain dan atau menggangu proses pembelajaran maka guru membutuhkan waktu untuk menyelesaikan masalah tersebut sehingga ada beberapa aktivitas yang tidak mungkin dilakukan sehingga harus memiliki plan B dan seterusnya. Kegagalan biasanya karena alat dan bahan kurang mendukung dan atau ada kondisi yang tidak memungkinkan aktivitas pembelajaran dijalankan. Perubahan dan kegagalan dalam proses pembelajaran inilah yang merupakan bagian dari seni mengajar yang akan semakin memperkaya guru dan meningkatkan keterampilan mengajar guru.
- Conduct the learning activities
Agar proses pembelajaran berjalan sesuai dengan yang telah direncanakan langkah pada bagian ini guru harus fokus pada bagaimana memimpin dan melakukan pembelajaran. Agar aktivitas pembelajaran dapat mencapai tujuan pembelajaran harus dilakukan secara sistematis, terencana dan terukur. Guru perlu membuat pedoman atau sintak dari sebuah strategi atau metode yang digunakan. Guru harus mengaju pada RPP yang telah dibuat sebagai panduan melaksanakan aktivitas pembelajaran.
- Determine how well students have achieved the learning goal
Selanjutnya setelah siklus nomor satu sampai lima dijalankan maka guru penting melakukan refleksi dan evaluasi. Refleksi dapat dilakukan dari hasil evaluasi pencapaian pembelajaran. Evaluasi meliputi proses dan hasil pembelajaran. Evaluasi proses meliputi apakah siswa senang mengikuti dan engage selama pembelajaran dan apakah ada peningkatan keterampilan, pengetahuan dan sikap dari para siswa. Evaluasi peningkatan pengetahuan diukur dengan tes tetapi untuk mengukur peningkatan siswa perlu dilakukan observasi dengan alat ukur lembar observasi yang hasilnya harus dideskripsikan untuk setiap anak
Berdasarkan pemaparan teaching cycles di atas dapat dikatakan bahwa tidak ada guru yang sama persis dalam melakukan siklus pembelajaran di atas. Proses dan pengalaman dalam pembelajaran memberi nilai yang sangat mempengaruhi pada peningkatan keterampilan guru dalam mengajar. Semakin banyak pengalaman dan juga kegagalan dalam proses pembelajaran maka guru semakin memiliki seni yang tinggi dalam mengajar.
Oleh: Yusriatul Afiyah, M.Pd.
Rujukan
Asrar, Muh. Makna Mengajar dari https://sman2makassar.sch.id/2020/06/05/makna-mengajar/ diunduh pada tanggal 1 November 2021
Rombot, Olifia, S.Sos., S.Pd., M.Pd. Mengajar Adalah Sebuah Seni dari https://pgsd.binus.ac.id/2019/12/22/mengajar-adalah-sebuah-seni-teaching-is-an-art/ diunduh pada tanggal 1 November 2021
Tim Galamedia, Seni Mengajar, Kekuatan Emosi Menembus Rasa dari https://galamedia.pikiran-rakyat.com/citizen-journalism/pr-35737602/seni-mengajar-kekuatan-emosi-menembus-rasa diunduh pada tanggal 1 November 2021


Tulisannya membatu saya dalam memahami bahwa mengajar memerlukan ketlatenan dan keuletan. Mengantarkan anak didik menjadi manusia yang sukses dan berguna membutuhkan tenaga dan waktu yang lama. Terima kasih atas tulisan yang anda buat. Semoga anda diberikan umur panjang dan kesehatan.