Masa pandemi saat ini, aktifitas keseharian kita tidak jauh dari penggunaan gadget. Setiap jam, menit, detik tidak lepas dari yang namanya mencari informasi, mengerjakan pekerjaan saat Work Form Home (WFH) yang semuanya menuntut untuk penggunaan IT dengan berbagai perangkat yang ada. Pola seperti ini tentunya membawa dampak bagi gaya hidup dalam keseharian kita apapun profesi yang kita jalani. Yang sebelumnya orang tidak  pernah sering memakai hand phone , laptop , saat ini menjadi tuntutan untuk bisa bergaul akrab dengan semuanya itu. Akan tetapi ada pula dampak negatif dari aktivitas tersebut. Baik secara sadar atau tidak, saat orang membaca info, baik dari media sosialatau akun berita online memancing orang untuk memberikan komentar. Nah disinilah awal mula adanya “Jarimu Harimaumu.”

Ada pepatah mengatakan, mulutmu harimaumu. Tapi sekarang ini, pepatah itu berubah menjadi jarimu harimaumu. Banyak orang berkomunikasi lewat jarinya. Mereka menulis dari apa yang disukai dan kuasainya. Berhati-hatilah dalam menulis. Jangan sampai pembaca sakit hati. Kita menulis sebisa mungkin menyenangkan hati pembaca, buat mereka tertarik. Kalaupun harus menulis cerita sedih, cerita itu sebagai motivasi diri agar lebih baik lagi.

Sekarang ini, dengan mudah orang saling berkomunikasi dan berbagi informasi. Banyak informasi kita terima setiap harinya. Informasi yang masuk ke perangkat kita sekarang ini, bisa jadi kita minta, namun tidak sedikit informasi tersebut justru kategori informasi yang otomatis masuk dengan sendirinya. Menyikapi hal tersebut, Ambil yang baik dan tinggalkan yang buruk. Justru sebisa mungkin kita menjadi orang yang produktif dari apa yang kita sukai dan kuasai. Artinya dari berbagai informasi yang masuk, ambil yang sesuai dengan minat, bakat bahkan hobby anda dan mulailah memanfaatkan media sosial sebagai jalan  mengembangkan kreativitas dan imajinasi. Ujungnya nanti menjadi penulis atau kreator yang bisa bermanfaat buat orang lain.

Maka mulai sekarang, ayo bersama- sama, gunakan jarimu untuk belajar menulis dan belajar bicara. Misalnya dengan memulai menjadi blogger dan pembuat konten yang bermakna. Cara membuat blog itu mudah sekali. Kita bisa mencarinya di Google dan YouTube. Banyak orang baik yang akan membantu kita dengan berbagai tutorialnya. Anda hanya perlu duduk sebentar dan belajar secara otodidak. Sehingga harapannya, bisa berbagi ilmu kepada orang dari seluruh Indonesia.

Dengan demikian, upayakan jari kita bermakna buat orang lain, karena kreatifitas yang kita buat melalui tulisan, atau  melalui konten berbagi. Siapakah yang bisa buat konten yang bermanfaat? Jawabannya, siapapun bisa, termasuk para ibu rumah tangga sekalipun, karena saat ini dikala kita tidak bisa pergi keluar rumah secara bebas, para ibu rumah tangga berusaha untuk kreatif membuat masakan dan makanan sendiri dan disitulah konten creator tutorial kreatif didapur sangat diperlukan. Nah, yang harus kita baca, ini adalah peluang bagi ibu rumah tangga untuk lebih kreatif.

Gunakan jarimu menjadi pena digital yang mampu membuatmu berprestasi. Sebagai orang yang mengikuti perkembangan tehnologi dan literasi kita harus tahu 4 pilar literasi digital yang dilansir pada https://www.siberkreasi.id/  antara lain:

  • Digital skill atau keterampilan digital adalah cara kita memanfaatkan media sosial dan belajar berbagi aplikasi sehingga keterangan digital kita terus meningkat. Seperti memanfaatkan Instagram, blog, dan YouTube sebagai media pembelajaran.
  • Digital ethnic atau etika digital kita pelajari untuk membangun kebersamaan sesama netizen atau para pengguna internet. Kita hati hati dalam berucap dan menulis. Lisan dan tulisan kita harus terkontrol agar tidak melanggar etika dalam bergaul di dunia Maya.
  • Digital culture atau budaya digital kita pelajari agar kita mampu memberikan budaya yang positif dikalangan pengguna internet. Banjiri internet dengan tulisan tulisan yang positif dan memotivasi orang lain agar menjadi lebih baik. Kita bergotong royong agar berita bohong atau hoax dapat kita perangi. Mulailah dengan budaya digital yang baik.
  • Digital safety kita pelajari agar kita aman dalam bergaul di dunia Maya. Sering kita dapati ada Whats Ap kawan kita di hack oleh orang tak dikenal. Kemudian mereka meminta pulsa atau sejumlah uang. Lindungi anak -anak kita dari orang jahat yang ingin berbuat tidak baik. Itulah pentingnya kita menjaga keamanan digital kita.

Melalui tulisan ini, saya mengajak diri saya dan anda semua untuk gunakan jarimu untuk berkreasi dan berprestasi. Ada baiknya kita berusaha sebisa mungkin untuk belajar dan berbagi kepada banyak orang, dan tetap mawas diri agar jari kita tidak jadi harimau buat kita sendiri.

Goreskanlah tintamu dan redahkanlah emosimu. Karena dengan kita menuliskan apa yang sedang memenuhi pikiran kita, segala keluh kesah, emosi, kabahagiaan bisa tertuang digoresan tinta kita.

Dwi Utami, M.Pd

2 thoughts on “Awas Jarimu Harimaumu

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *