Jaga Semangat Belajar Siswa, Ini Yang Dilakukan SMP BSS Malang

Salah satu siswa SMP Brawijaya Smart School (BSS) Malang saat menerima buku pendamping yang dikirimkan langsung ke rumah wali murid. (ist)

MALANG KOTA – Upaya menjaga kualitas pembelajaran terus dilakukan SMP Brawijaya Smart School (BSS) Malang di tengah pandemi Covid-19 seperti saat ini. Mulai dari menyiapkan Asesmen Kompetensi Minimum (AKM) untuk kelas VIII, menghadirkan motivator untuk siswa hingga menyalurkan buku pendamping langsung ke rumah siswa.

Kepala SMP BSS Muchamad Arif SSi MPd menyampaikan, untuk persiapan siswa dalam mengikuti AKM telah disiapkan beberapa langkah. Di antaranya, membagikan buku persiapan AKM berisi contoh-contoh soal dan pembahasannya yang sangat membantu siswa. Kemudian, melakukan pembekalan soal AKM untuk guru melalui workshop. Selain itu juga dilakukan tryout AKM yang dilakukan secara daring pada 26-27 Juli lalu dan pembahasannya pada 28 Juli. “Selanjutnya, akan dilakukan AKM Kelas (AKM dalam satuan pendidikan) yang diselipkan pada kegiatan penilaian tengah semester dan akhir semester sebagai bentuk pembiasaan dan latihan menjelang AKM,” tandasnya.

Selain itu, SMP BSS juga menggelar kegiatan motivasi pra-KBM (sebelum kegiatan belajar mengajar). Kegiatan digelar secara daring, Kamis (5/8). Teknisnya, pelaksanaan dibagi menjadi 4 sesi untuk kelas VII dan VIII. Masing-masing sesi terdiri dari 2-3 kelas. “Kegiatan motivasi mengangkat tema ’Menjaga Semangat Belajar di Masa Pembelajaran Daring’. Kami juga menggandeng psikolog untuk memberi motivasi siswa dengan kemasan fun game dengan tujuan menyiapkan mental siswa dan menjaga semangatnya agar tidak jenuh dan lelah dengan pembelajaran daring,” terangnya.

Di sisi lain, Arif juga menjelaskan pihak sekolah juga telah menyaluran buku pendamping siswa. Buku yang dibagikan tersebut hasil karya guru SMP BSS sendiri, yakni Ika Pandu S. SPd., Winda Ratnasiswaningtyas SPd, dan Sebti Mardiana MPd.

Buku tersebut dikirim langsung ke rumah siswa seiring dengan adanya perpanjangan PPKM. Sehingga kegiatan mendatangkan orang tua ke sekolah dianggap berisiko. Pengiriman diawali dengan pendataan alamat melalui online form. Kemudian dipetakan berdasarkan area. Yaitu area Kota Malang, Kabupaten Malang, luar kota, dan luar pulau, lalu dikirim ke rumah masing-masing siswa. Pengiriman dilakukan selama 5 hari, 3-7 Agustus 2021.

“Ini adalah bagian dari pelayanan prima SMP BSS kepada siswa. Demi kelancaran dan kesuksesan belajar siswa, kami akan melakukan berbagai cara, dan ini salah satunya,”pungkas Arif. (rmc/bin/dik)

Radar Malang

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *