Iman atau Imun? Mana yang Lebih Penting?

Pada dasarnya, seluruh umat manusia ditakdirkan dengan sebuah amanah. Bagaimana setiap manusia menjalankan amanah tersebut dengan baik atau buruk, baik amanah terhadap diri sendiri maupun dengan Rabb-nya? Pertanyaan yang masih mendasar menjadi yang sering mnjadi masalah utama kehidupan manusia dalam memahami tujuan hidup di muka bumi.

Manusia berbekal sebuah akal dan pikiran untuk menggerakkan serta membedakan perkara yang haq (benar) atau bathil (buruk). Kadar keimanan seseorang tidak bisa diukur dengan sebuah timbangan maupun alat ukur, terkadang naik dan turun. Keimanan harus dilandasi dengan keyakinan serta kepercayaan yang sangat kuat untuk bisa dipraktikkan dalam kehidupan manusia.

Iman berarti percaya sedangkan menurut istilah meyakini dalam hati, mengucapkan dengan lisan dan melakukan dengan perbuatan. Jika pengertian dasar ini diamalkan sesuai syariat Islam, sesungguhnya sangat beruntung dan dimuliakan Allah SWT. Prinsip dalam kehidupan yang harus tetap dijaga adalah kekokohan iman karena benteng akhir yang harus tetap dimiliki disetiap individu manusia dalam menjalankan tugasnya di bumi yang fana ini. Jika hidup dipasrahkan kepada-Nya yakinlah Allah sedang memberikan tujuan akhir yang indah.

Muda tua, hidup mati, sehat sakit adalah qodarullah (takdir Allah) yang seharusnya bisa kita jadikan pijakan untuk bersiap di kehidupan abadi kelak (akhirat). Lantas apa yang harus kita lakukan?

Jika keimanan seseorang akan bertambah dan terus bertambah maka sesungguhnya seseorang hamba telah dekat dengan kesempurnaan nikmat Iman.

Apa hubungan iman dengan imun?

Secara spiritual, konsep Iman dengan Imun mempunyai hubungan dhohir dan bathin yang kuat. Semakin kokoh keimanan maka semakin kuat imunitas tubuh yang ada di tubuh, perbanyak ibadah dan selalu mengingat Allah dalam setiap aktivitas sehari-hari. Mari bersama-sama menjaga iman dan imun supaya selalu dalam rahmat Allah SWT.

Semoga Allah selalu menjaga Iman dan Imun tubuh kita, terhindar dari marabahaya, bala’, penyakit serta selalu dalam lindungan Allah SWT. Aamiin aamiin YRA.

Oleh:Sihabuddin Al Asyimi, M.Pd.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *