Cinta? “Khusus Cinta kepada Allah SWT”

Cinta? Siapa yang tidak mengenal tentang cinta?

Kamu pernah jatuh cinta dengan seseorang?…

“Cintaku padamu tak pernah lekang oleh waktu, cintaku itu seperti angin. Kau tidak bisa menyentuhnya, tetapi hanya bisa merasakan keberadaanna dalam hatimu”

Begitulah perumpamaan seseorang ketika sedang jatuh cinta, perasaan yang tidak bisa diungkapkan dengan kata-kata, sungguh buta yang namanya cinta, Perasaan-perasaan itu bahkan muncul secara tiba-tiba dan sering membuat kita bingung sendiri. Percaya atau tidak, jatuh cinta bisa membuat kita merasa sangat bahagia, sedih, dan cemas dalam sekali waktu.

Tapi pernahkah kita jatuh cinta kepada Allah SWT?…

Pertanyaan yang sedikit meresahkan dalam hati kita bersama, apa benar cinta kita ini tulus dan mengharap ridlo-Nya? Coba tanyakan pada diri sendiri

Bisakah kita memperbaiki kualitas cinta kita kepada Allah, sebuah perumpaan jika kita mencintai Allah ibarat mencintai hubungan terhadap sesama.

Dari Anas r.a. dari Nabi SAW bersabda:

“Ada 3 perkara, barangsiapa yang perkara itu ada di dalam diri seseorang, maka orang tersebut dapat merasakan manisnya keimanan yaitu: (1) Jikalau Allah dan Rasul-Nya lebih dicintai olehnya daripada yang selain keduanya. (2) Jikalau seseorang mencintai itu mencintai orang lain dan tidak ada sebab kecintaannya itu melainkan karena Allah. (3) Dan jikalau seseorang itu membenci untuk kembali kepada kekafiran setelah diselamatkan oleh Allah dari kekafiran itu, sebagaimana bencinya kalau dilemparkan ke dalam api neraka” (Muttafaq ‘alaih)

Dari hadist di atas diterangkan Allah dan Rasul adalah perumpamaan kualitas “True Love” yang sesungguhnya. Sungguh peringatan untuk diri kita jangan sampai pernah mengalahkan cinta kita kepada sesama terhadap Allah dan Rasul-Nya.

Dalam hadist lain diterangkan:

Dari Abu Hurairah r.a. Rasullah bersabda:

“Sesungguhnya Allah Ta’ala berfirman pada hari kiamat: “manakah orang-orang yang saling cinta-mencintai karena keagunganKu? Pada hari ini mereka itu akan saya beri naungan pada hari tiada naungan melainkan naunganKu sendiri” (Riwayat Muslim).

Sudah jelas kan? Yuk, mari bersama-sama bergerak untuk cinta kepada Allah dan Rasul-Nya. Boleh bucin (Budak Cinta) hanya kepada Allah bukan terhadap sesama.

Oleh: Sihabuddin Al Asyimi, M.Pd.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *