Bagaimana Menjadi Guru Dambaan???

Sudah puluhan tahun menjalani profesi sebagai guru, sudahkah kita menjadi guru dambaan???
Guru dambaan kurang lebih adalah guru yang dinanti bila terlambat hadir, guru yang selalu dikenang sampai peserta didik sudah dewasa kelak.

Mari kita belajar upaya apa yang bisa kita lakukan agar bisa menjadi guru dambaan. Langkahnya antara lain adalah :

  1. Guru harus Memiliki Visi
    Visi adalah gambaran besar atau gambaran secara keseluruhan apa yang diinginkan. Dari pengertian tersebut bisa kita terapkan pada kinerja guru adalah guru harus memiliki cita- cita . impian, niatan , tujuan serta beberapa kata yang sama maksudnya dengan pengertian awal dari visi.
    dengan demikian akan muncul sosok guru yang mengajar Cuma untuk mengejar materi, ada yang mengajar karena mengisi waktu kosong , ada yang mengajar untuk mencapai prestise dan ada pula yang mengaku mengajar karena panggilan jiwa. Dari beberapa contoh model guru , kita masuk yang mana?
  2. Cinta Mengajar
    Mungkin hal ini banyak diantara kita yang berprofesi sebagai pendidik ini, dengan penuh kesadaran atau tidak memiliki rasa cinta dengan profesi kit aini. Hal ini disebabkan oleh banyak factor, bisa kita kembalikan pada point satu tentang visi yang kita tancapkan pada memori kita. Kalau kita menjadikan mengajar adalah passion kita , maka sesulit apapun hambatan kita saat menjalankan proses mengajar, tidak akan membuat kita mengeluh.
  3. Mengenal Karakteristik

Karakteristik peserta didik menjadi hal penting yang harus kita pelajari agar dapat membantu kita mudah menentukan pola pembelajaran. Karena sebagaimana kita tahu ada beberapa karakter peserta didik yaitu visual, audiotori, dan kinestetik.

  • Terus Belajar

Selain mempelajari karakteristik peserta didik , jangan lepas dari upaya belajar. Upaya belajar yang dimaksud disini, lebih pada belajar pada keadaan dan tuntutan jaman. Misalnya pada kondisi saat ini, ketika dunia sedang mengalami yang Namanya pandemic , membuat muncul tuntutan- tuntutan pada semua sector , termasuk kita pada dunia Pendidikan. Tuntutan yang dimaksud disini lebih pada tuntutan penguasaan tehnologi yang dapat mengimbangi kondisi pandemic yang tidak mengijinkan kita belajar secara luring, hanya dengan Daring. Bila kita tidak mau berlari cepat belajar menyesuaikan diri pada tuntutan tehnologi yang tinggi , maka kita akan terpuruk dalam proses pembelajaran kita.

  • Siap menerima masukan
    Secanggih apapun kita masih ada kekurangan kita, maka kita sebagai pendidik yang profesional perlu bersikap terbuka, sanggup menerima masukan sepahit apapun. Kita harus punya pedoman, saran atau kritik pada kita adalah sebuah pemicu untuk kemajuan kita.

Semua tulisan diatas , adalah hasil diskusi dan pengalaman selama menjadi mengabdi menjadi guru. Semoga dapat menjadi pengingat profesi kita.


“Yang perlu diingat, kita menjadi guru adalah berkat jasa besar guru kita.”

Pantun untuk guru- guru kita.

Gali parit dengan pahat,
Tempat air hujan lalu,
Untukmu guru yang terhormat,
Semoga engkau sehat selalu.

Oleh : Dwi Utami, M.Pd

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *