Dampak Miskonsepsi Diri pada Generasi Milenial

Pengguna media sosial mayoritas didominasi oleh generasi milenial. Penggunaan media sosial dapat menimbulkan dampak dari segi positif maupun negatif. Salah satu dampak media sosial yang jarang dibahas adalah tentang miskonsepsi diri yang disebabkan oleh salah presepsi dari informasi yang diperoleh anak. Kurangnya kemampuan dalam menyaring informasi menyebabkan stres sampai gangguan psikologis. Gangguan psikologis itu sendiri dapat menyebabkan perubahan pola pikir dan perilaku karena generasi milenial lebih mudah mengadaptasi sesuatu yang menarik dan sesuai dengan kondisi yang mereka alami pada saat itu.

Contoh dari miskonsepsi diri yang sering terjadi pada milenial saat ini adalah dengan melabeli diri sendiri seakan sedang mengalami gangguan psikologis yaitu depresi. Mereka mendapatkan istilah depresi pada konten-konten yang mereka temukan di media sosial. Mereka merasa mempunyai kondisi yang mirip, sedangkan gangguan psikologis depresi memiliki beberapa gejala, akan tetapi para milenial ini sudah terlalu cepat menyimpulkan bahwa mereka mengalami gangguan psikologis depresi. Dampaknya adalah mereka mudah terbawa perasaan atau baper ketika sedang menghadapi masalah.

Gejala depresi sangat beragam dan tak selalu sama pada setiap orang. Salah satu gejala awal yang biasa terjadi pada seseorang adalah mudah marah dan gelisah. Korelasi antara konten media sosial dengan miskonsepsi pada anak adalah mereka cepat gelisah dan marah ketika mereka menghadapi masalah dengan keluarga, lingkungan, atau bahkan dengan diri sendiri. Normalnya seseorang akan menghadapi masalah tersebut, akan tetapi karena para mileneal ini sudah miskonsepsi sehingga menganggap diri mereka sedang depresi tanpa tahu apa yang sebenarnya mereka alami dan rasakan karena kurang pahamnya arti dari depresi itu sendiri.

Pada masa pandemi seperti sekarang ini, siswa belajar dari rumah dan jarang bertemu dengan teman. Semua dilakukan melalui online dan informasi apapun diberikan melalui media internet. Generasi milenial sangat pandai menyesuaikan pada teknologi yang sedang berkembang, sehingga konten apapun dapat diakses dengan mudah. Dari konten yang mendidik sampai konten yang berbahaya. Dikhawatirkan jika anak meniru adegan atau mengikuti informasi-informasi dari konten yang berbahaya tersebut. Efek yang sudah banyak terjadi saat ini adalah siswa menjadi malas mengerjakan tugas bahkan sampai mogok sekolah. Parahnya sampai mereka melukai diri sendiri karena mereka merasa mempunyai masalah paling berat dibanding orang lain, merasa orang lain tidak ada yang bisa menerima atau mengerti dia, sehingga mereka mengurung diri dan sulit untuk mengungkapkan perasaan mereka secara langsung, cenderung diungkapkan ke media sosial.

 Maka dari itu sangat diperlukan pengawasan dari orang tua. Pengawasan dari orang tua juga ditambah dari guru di sekolah meliputi memberikan wawasan tentang bagaimana bermain media sosial yang bijak serta memberikan penjelasan terkait definisi gangguang psikologis yang benar dan tepat.

Oleh Diah Ulfatus Sholehah, S.Pd

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *