Berwirausaha Sejak Dini, Mengapa Tidak?

Saat ini gencar sekali ajakan untuk berwirausaha. Salah satu pemicunya adalah mulai tingginya tingkat persaingan untuk mendapatkan pekerjaan. Wirausaha bukan hanya dunia orang dewasa, tetapi bisa juga bisa menjadi dunia anak-anak. Anak-anak yang mengenal dunia wirausaha sejak dini, akan mendapati manfaat untuk bekal masa depan. Pada tahapan usia yang terbilang belia, anak-anak yang belajar menumbuhkan jiwa wirausaha, akan tumbuh menjadi pribadi yang kreatif. Kreativitas yang terlatih sejak dini, termasuk melalui berbagai ajang dan kegiatan kewirausahaan, menjadi modal utama produktivitas dan kemandirian anak kala ia dewasa. Setiap anak pasti mempunyai keinginan untuk mendapatkan pekerjaan yang sesuai dengan passion diri jika sudah besar nanti, atau jika sudah lulus dari dunia pendidikan. Tetapi, yang menjadi catatan adalah mendapatkan pekerjaan sesuai dengan passion bukanlah hal yang mudah, apalagi jika tidak mempunyai pengalaman dalam dunia kerja. Untuk generasi milenial yang tidak mau mengambil risiko mendapatkan pekerjaan yang salah, menjadi wirausahawan bisa jadi alternatifnya.

Wirausaha adalah sebuah kegiatan usaha atau suatu bisnis mandiri yang setiap sumber daya dan kegiatannya dibebankan kepada pelaku usaha atau wirausahawan terutama dalam hal membuat produk baru, menentukan bagaimana cara produksi baru, maupun menyusun suatu operasi bisnis dan pemasaran produk serta mengatur permodalan usaha. Wirausaha bertujuan menghasilkan sesuatu yang memiliki nilai lebih tinggi dibandingkan sebelum diolah.

Menurut Burgess ( 1993 ), wirausaha adalah seseorang yang melakukan pengelolaan, mengorganisasikan dan berani menanggung segala risiko dalam menciptakan peluang usaha dan usaha baru.

Perlu dipahami bahwa saat ini lapangan pekerjaan yang tersedia tidak sebanding dengan jumlah pencari kerja, memiliki pendidikan yang tinggi tidak selalu berbanding lurus dengan kemudahan mendapatkan pekerjaan, untuk itu menanamkan jiwa kewirausahaan kepada anak sejak dini sangatlah penting. Sejak usia TK, anak-anak suka bermain pasar-pasaran. Walaupun sifatnya hanya bermain tetapi mereka sudah belajar berinteraksi, bertransaksi, mengenal fungsi uang, mengenal nilai benda, dan memicu juwa kewirausahaannya dengan mengenal permainan jual beli. Secara tidak langsung anak-anak telah memiliki jiwa entrepreneurship. Bagaimana usaha seorang pedagang yang akan menjual barangnya agar cepat laku. lambat laun seiring peningkatan kognitif anak, maka kemampuan anak untuk berkreativitas dan memahami wirausaha akan semakin kuat.

Entrepreneur di Indonesia mulai berkembang. Kalau ingin negara sukses, harus perbanyak entrepreneur. Kalau semua bercita-cita menjadi pegawai, beban negara berat. Anak-anak bisa belajar kreatif sejak dini. Anak-anak pun harus percaya diri untuk menjadi entrepreneur, “Setiap anak yang dihargai dengan berbagai kelebihannya ia akan percaya diri dan bisa mengembangkan potensinya. Dengan begitu anak pun siap menjadi entrepreneur yang punya gagasan orisinal, mampu memecahkan masalah dan bisa memberikan terobosan”  (Kak Seto dalam sambutannya di ajang Kidpreneur).

Memberikan kesempatan kepada anak untuk belajar berbisnis (berwirausaha) sejak kecil bukan berorientasi mencari uang. Melainkan lebih untuk melatih kemandirian, dengan mengandalkan kreativitasnya. Kak Seto menolak anggapan bahwa anak yang belajar bisnis sejak kecil, akan menjadi “mata duitan”. Tujuan melatih kewirausahaan sejak dini lebih untuk memberikan kesempatan pada anak untuk tumbuh menjadi pribadi kreatif. Untuk bisa kreatif, anak harus tumbuh dalam suasana yang aman dan bebas secara psikologis. Aman berarti anak tidak banyak dicela atau dikritik berlebihan oleh orang tuanya. Bebas dalam arti anak diberi kesempatan untuk melontarkan ide, membuat terobosan baru. Sejak dini anak-anak dididik supaya lebih produktif dan tidak konsumtif, dengan dukungan keluarga. yang kompak, solid, dan ada kasih sayang dengan pemahaman bahwa kegiatan wirausaha merupakan prasyarat untuk anak mandiri ke depan.

Belajar berwirausaha bisa dilakukan melalui kegiatan ekstrakurikuler, keputrian, dan berkoperasi, di sekolah. Anak-anak sekarang sudah hidup dalam masa lebih banyak akses dan kesempatan dan mereka sudah semestinya memanfaatkan kesempatan tersebut. Secara garis besar pentingnya berwirausaha sejak dini karena memacu anak-anak untuk lebih kreatif dan produktif, dapat berinteraksi dengan banyak orang, meningkatkan kepercayaan diri, menghindari perilaku konsumtif, mempelajari untung rugi, dan mampu mengolah uang secara mandiri. Jadi untuk generasi milenial, tanamkan jiwa kewirausahaan sejak dini pada diri kalian, manfaatkan teknologi tepat guna untuk mengasilkan sesuatu yang lebih berharga.

Oleh Yuli Puji Astuti, S.Pd

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *