Kenali Tubuhmu Lewat Kentutmu

Muchammad Arif, S.Si., M.Pd.

Kentut bersemayam didalam perut, kemana dia pergi kentut selalu ikut, tak nampak dan tidak berwujud, hadirnya dalam tubuh manusia tak akan pernah surut. Kentut bila ditahan bikin dahi berkerut dan sakit perut, bila di keluarkan membuat semua orang rebut dan kalang kabut bagi siapa saja yg menciumya pasti semafut. Kentut irama suaramu begitu lembut Bagaikan suara burung perkutut diiiringi lagu dangdut, datang tak di undang pulangpun tak di jemput,

Kentut berawal dari proses pencernaan di dalam perut kita. Saat proses pencernaan dan penyerapan makanan terjadi dalam usus halus, makanan yang tidak bisa dicerna serta sulit diserap tubuh akan dibuang ke usus besar atau kolon. Nah, di dalam usus besar itu lah terjadi proses fermentasi yang antara lain menghasilkan sejumlah gas karbondioksida, hidrogen dan metan yang dibantu oleh sejumlah bakteri yang bermukim di usus tersebut. Dari ketiga itu, yang punya aroma menyengat adalah gas metan. Meski begitu, ada pula sumber gas dalam usus yang berasal dari udara luar, seperti nitrogen (N2) dan oksigen (O2). Udara luar bisa ikut tertelan akibat aktivitas makan yang tidak benar. Misal kebiasaan mengunyah permen karet, pemasangan gigi palsu yang kurang tepat, dan sebagainya.

Meskipun kentut merupakan cara alami tubuh untuk mengeluarkan limbah gas, namun kentut yang disertai aroma busuk dapat membuat Kita dan orang di sekitar menjadi tidak nyaman. Tapi, tidak semua kentut diciptakan sama. Beberapa orang kentut tidak membuat suara, tapi baunya minta ampun. Lainnya berbunyi keras, tidak berbau.
Secara normal, kentut bisa terjadi sebanyak 13-21 kali dalam sehari. Meski demikian, tidak semua kentut memiliki bau busuk. Ada banyak faktor yang bisa menyebabkan kentut bau busuk, dan salah satunya adalah konsumsi makanan berserat tinggi.

Berikut ini adalah penyebab kentut bau yang perlu Kita ketahui:

1. Konsumsi makanan tinggi serat

Mengonsumsi makanan tinggi serat memang baik untuk tubuh. Namun, konsumsi makanan berserat tinggi dalam jumlah yang berlebihan justru bisa menyebabkan kentut Kita berbau busuk. Hal ini terjadi karena tubuh membutuhkan waktu yang lebih lama untuk mencerna makanan berserat.

Selain makanan yang tinggi serat, mengonsumsi makanan yang mengandung sulfur juga bisa menyebabkan kentut Kita berbau busuk. Beberapa makanan yang memiliki kandungan sulfur, meliputi brokoli, kol, bawang putih, kacang-kacangan, dan telur.

2. Konsumsi antibiotik

Antibiotik berfungsi untuk mengatasi infeksi bakteri di dalam tubuh. Sayangnya, penggunaan jenis antibiotik dengan durasi tertentu juga bisa membunuh bakteri baik di saluran pencernaan. Tanpa bakteri baik ini, kentut yang Kita keluarkan akan beraroma busuk.

3. Sembelit

Saat Kita mengalami sembelit, feses yang seharusnya dikeluarkan justru akan tetap tertahan di usus besar. Kondisi tersebut bisa membuat bakteri penyebab bau busuk berkembang dengan mudah. Alhasil, kentut yang Kita keluarkan memiliki aroma tak sedap.

4. Intoleransi laktosa

Intoleransi laktosa adalah ketidakmampuan tubuh dalam mencerna laktosa. Kondisi ini membuat makanan atau minuman yang mengandung laktosa tidak dapat dicerna dengan baik, sehingga mengendap dan akhirnya menghasilkan gas yang berlebihan. Hal ini bisa meningkatkan risiko munculnya kentut berbau busuk. Selain intoleransi laktosa, beberapa orang dengan intoleransi gluten juga bisa mengeluarkan kentut berbau busuk.

5. Kanker usus besar

Kentut bau busuk juga bisa disebabkan oleh kanker usus besar. Jaringan yang tumbuh tidak terkendali saat mengalami kanker di saluran pencernaan bisa menyebabkan sumbatan di usus. Hal ini bisa membuat perut Kita kembung dan bergas, serta menyebabkan kentut berbau busuk.

Cara mengatasi kentut berbau busuk akan disesuaikan dengan penyebabnya. Namun, Kita masih bisa mencegah kentut bau busuk dengan melakukan cara-cara berikut:

  • Makan secara perlahan, agar tidak terlalu banyak gas yang masuk ke dalam saluran pencernaan.
  • Olah dan masak makanan dengan baik. Gunakan alat dan bahan masakan yang bersih, dan pastikan tingkat kematangannya pas.
  • Lakukan olahraga secara teratur untuk meningkatkan fungsi sistem saluran pencernaan Kita.
  • Pastikan gigi palsu terpasang dengan benar jika Kita menggunakan gigi palsu. Hal ini untuk menghindari masuknya udara ke dalam saluran pencernaan.
  • Hindari dan batasi makanan yang bisa memicu kentut berbau busuk, seperti kol, kubis, bawang putih, dan telur.
  • Hindari pula minuman bersoda dan beralkohol yang bisa menghasilkan banyak gas di perut.
  • Berhenti merokok, karena rokok juga bisa meningkatkan jumlah gas di saluran pencernaan.

Kentut yang berbau busuk tentu akan mengganggu kenyamanan, baik Kita sendiri maupun orang di sekitar. Lakukanlah cara-cara pencegahan yang telah dipaparkan di atas. Tapi Tuhan menciptakan segala sesuatunya pasti dengan manfaat yang menyertainya kentut adalah suatu proses alami yang menandakan bahwa sistem pencernaan bekerja sesuai dengan fungsinya. Namun, bukan hanya merupakan bagian dari sistem pencernaan, ada berbagai manfaat kentut lainnya yang juga perlu Kita ketahui. 

1. Pertanda bahwa makanan yang dikonsumsi sudah seimbang

Salah satu manfaat kentut adalah memberi tkita bahwa makanan yang Kita konsumsi sudah seimbang. Menu makanan yang bisa dikatakan seimbang meliputi makanan yang mengandung protein, rendah lemak, sayur-sayuran, buah-buahan, dan biji-bijian. 

2. Mengurangi rasa sakit pada perut

Manfaat kentut selanjutnya adalah mengurangi rasa sakit pada perut. Ya, saat kita makan, mengunyah, menelan, dan memproses makanan, seluruh kegiatan tersebut akan menghasilkan gas dalam saluran pencernaan. Ketika banyak gas yang dihasilkan dan menumpuk, lama kelamaan Kita akan merasa tidak nyaman dan timbul rasa sakit. Ketika Kita buang angin, gas dalam saluran pencernaan akan dilepaskan sehingga mengurangi tekanan. Dengan demikian, rasa sakit pada perut bisa berkurang. 

3. Mengatasi perut kembung

Saluran cerna yang sedang bermasalah seringkali menyebabkan perut kembung. Perut kembung dapat terjadi akibat udara yang terjebak dalam saluran pencernaan tidak bisa dikeluarkan dari tubuh. Jika terlalu banyak gas dalam saluran pencernaan maka perut terasa begah dan tidak nyaman. Dengan buang angin maka perut kembung dapat teratasi. Ini karena saat Kita kentut, udara yang terjebak dalam saluran pencernaan akan keluar dari tubuh. 

4. Menjaga kesehatan usus besar

Saat berada di keramaian, terkadang Kita menahan kentut karena terlalu malu untuk melepaskannya. Padahal menyimpan gas dalam perut dalam waktu yang terlalu lama bisa mengiritasi usus besar. Oleh sebab itu, biarkan saja kentut keluar dari tubuh agar kesehatan usus besar dapat selalu senantiasa terjaga. 

5. Mendeteksi alergi makanan

Ketika Kita makan makanan yang memiliki alergi, tubuh akan memberikan tkita atau gejala untuk memberi tahu bahwa saluran pencernaan Kita sedang terganggu. Beberapa tkita atau gejala yang dimaksud, termasuk diare, mual, kembung, hingga kelebihan gas.Jika sering mengalami kelebihan gas setelah makan jenis makanan tertentu, tubuh Kita mungkin mencoba memberi sinyal bahwa makanan tersebut menyebabkan alergi atau intoleransi pada sistem pencernaan Kita. 

6. Menandakan saluran pencernaan yang sehat

Saluran pencernaan yang sehat artinya dihuni oleh berbagai jenis bakteri baik yang lebih banyak. Bakteri-bakteri tersebut bekerja dengan memakan dan memecah makanan yang Kita konsumsi di dalam saluran pencernaan. Kondisi saluran pencernaan yang sehat dan koloni bakteri yang berkembang akan menghasilkan lebih banyak gas. 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

raja111