Melihat bakat minat anak, nah ini gampang-gampang susah. Jika apa yang disukai sudah jelas sejak kecil mungkin itu tidak menjadi masalah. Yang jadi masalah ketika tidak sedikit anak masih bingung terkait kegemarannya. “Apa sih kegemaranku sebenarnya?”
Kadang anak masih suka berpindah-pindah dengan kegemarannya apalagi masih usia belasan. Ada yang dari awal gemar belajar matematika namun dengan berjalannya waktu ia berubah menjadi gemar pelajaran IPA karena tertarik mempelajari bagian-bagian tubuh atau organ tubuh manusia.
Fenomena di atas mungkin seringkali dialami anak usia 13 tahunan atau praremaja atau biasa kita sebut remaja awal karena usia tersebut masih sering kita ketahui usia mencoba hal-hal baru. Namun, Pada umumnya orang tua hanya melihat kegemaran anak dari apa yang ia lihat tanpa melihat aspek-aspek yang mendukung kegemarnnya dan banyak orang tua juga memandang sama atas kegemaran anak yang mungkin ia ketahui dari sejak kecil.
Kecenderungan bakat minat anak dapat diperoleh dengan menggunakan tes potensi akademik (TPA). Tes potensi akademik atau dikenal dengan nama tes IQ sebenarnya tidak hanya mengungkap IQ dan bakat minat seseorang saja, melainkan banyak hal yang didapat dari pelaksanaan TPA yaitu EQ, SQ, IQ, bakat dan minat, gejala kepribadian yang negatif dan positif, dan kecenderungan cara belajar siswa.
TPA merupakan tes psikologi yang digunakan untuk mengukur kegesitan mental seseorang ketika berurusan dengan obyek kata (verbal), angka (numeris) dan gambar (figural). Secara psikologi dipercaya bahwa terdapat batas minimal tingkat kegesitan mental yang harus dimiliki seseorang sehingga ia berpeluang besar berhasil menangani masalah yang bersifat intelektual. (Wikipedia.org).
Bimbingan dan Konseling di SMP BSS mempunyai beberapa program kerja, salah satu programnya adalah melaksanakan TPA untuk siswa kelas IX yang bertujuan untuk melihat bakat minat anak yang akan digunakan dalam penertiban surat rekomendasi. TPA ini dilaksanakan pada hari Jumat, 25 Oktober 2019.
TPA kelas IX diikuti oleh 127 anak dan bertempat diruang kelas masing-masing. Pelaksanaan TPA merupakan hasil kerjasama dengan Lembaga Psikologi Pelita Wacana. Diharapkan dengan adanya pelaksanaan TPA untuk kelas IX dapat mempermudah guru dan orang tua untuk membantu mengarahkan anak memilih jurusan di sekolah selanjutnya.
Faktor-faktor yang mempengaruhi bakat ada dua yaitu factor internal dan factor eksternal :
1.Faktor internal, yang meliputi faktor kematangan fisik /kedewasaan biologis. Kematangan juga terjadi dalam segi mental psikologisnya, artinya bahwa makin orang dapat mencapai kematangan fisik dan mental maka bakatnya juga akan mengalami perkembangan.
2. Faktor eksternal, yang meliputi lingkungan dan pengalaman. Lingkungan yang baik akan menunjukkan perkembangan bakat-bakat yang ada pada individu yang bersangkutan.
Oleh : Rita Putri Hastini, S.Pd
