Salam Pramuka!
Perkemahan Jumat Sabtu (Perjusa) bagi siswa-siswa kelas 7 dan kelas 8, SMP Brawijaya Smart School telah diselenggarakan pada 18-19 Oktober 2019. Perkemahan ini merupakan agenda wajib yang tiap tahun digelar. Kegiatan perkemahan tahun ini berorientasi pada nilai-nilai spiritual, emosional, sosial, intelektual dan fisik.
Berlokasi di Bumi Perkemahan Coban Rondo, sejumlah 125 peserta dengan 16 angkot tiba di lokasi pada pukul 09.00 WIB. Dilanjutkan dengan upacara pembukaan pada pukul 10.30 WIB, siswa-siswi berbaris sesuai regu yang telah ditentukan. Mereka membentuk barisan angkaree mengitari tiang bendera merah putih.
Rangkaian kegiatan yang dilakukan seluruh peserta Perjusa pada hari pertama ialah upacara pembukaan, kehidupan perkemahan, scouting challenge, scouting skills, KIM, food festival, api unggun, jelajah dan refleksi.
Mulai dari Koki Cilik Hingga Penampil Ulung
Dalam agenda kehidupan perkemahan, siswa-siswa bersama regunya mendirikan tenda masing-masing dengan kemandirian dan kerja sama regu. Setelahnya, dalam tantangan kepramukaan atau scouting challenge mereka diberikan sajian kegiatan yang menantang sekaligus menarik yang sifatnya semi-outbond. Mereka baik sebagai individu ataupun regu harus dapat melewati tantangan-tantangan yang telah disediakan kakak-kakak pembina.
Sementara itu, dalam scouting skills atau keterampilan kepramukaan, tiap regu wajib mengirimkan 4 anggotanya untuk belajar materi keterampilan kepramukaan yang disajikan, diantaranya: pioneering, semaphore, morse, aneka sandi dan menaksir. Materi-materi tersebut nantinya akan menjadi bekal bagi semua regu dalam agenda penjelajahan.
Sebagai pramuka penggalang, pramuka SMP BSS diharapkan dapat memaksimalkan kemampuan alat indera mereka. Dalam agenda KIM atau kemampuan indra manusia, peserta dengan mata tertutup harus dapat mengidentifikasi bahan-bahan rempah/dapur dengan alat indra pembau, pendengar, peraba hingga perasanya. KIM ditutup dengan melihat keindahan alam ciptaan Tuhan Yang Maha Esa, membaca puisi dan doa indah, sehingga pada momen tersebut seluruh alat indera benar-benar telah didayagunakan dengan maksimal dan semestinya.
Kerja sama tim tidak pernah lepas dari rangkaian kegiatan Perjusa ini. Untuk food festival, tiap regu diharuskan memasak makanan pilihan yaitu rawon, bakso atau soto. Pembina masing-masing pasukan pun turut andil berpartisipasi menuntun para pramuka penggalang kita menjadi koki cilik. Yang menarik adalah, peserta diharuskan meminimalisasi bumbu penyedap rasa/pengawet buatan dalam hidangannya.
Tak cukup hanya dengan menjadi koki saja, pada malam api unggun, para siswa unjuk kebolehan dengan menampilkan bakat mereka perregu. Penampilan-penampilan yang menghibur dan menakjubkan satu-persatu ditunjukkan. Mulai dari karaoke, vocal group, tari tradisional dan modern hingga pembacaan puisi. Mereka bagai menjelma menjadi para penampil ulung yang penuh bakat.
Merefleksikan Keindahan Coban Rondo Sebelum Pulang
Cinta alam adalah salah satu janji dan kode kehormatan yang harus diterapkan oleh pramuka penggalang. Maka dari itu, tak lengkap rasanya apabila seluruh peserta perjusa tidak diberi kesempatan untuk menikmati dan mensyukuri keindahan alam Coban Rondo. Dalam Seek Seeing, saatnya bagi siswa-siswi SMP BSS untuk berwisata di Coban Rondo. Menikmati keindahan dan wahana seru yang ada. Tak lupa pula mengabadikan momen dengan bidikan kamera perregu sebagai kenang-kenangan.
Tidak hanya merefleksikan keindahan alam ciptaan Tuhan. Merefleksikan serangkaian kegiatan Perjusa juga tak boleh luput dalam agenda SMP BSS. Refleksi bersama kakak Pembina pendamping pasukan dilakukan untuk menuliskan pengalaman dan intisari kegiatan yang dapat seluruh peserta petik. Dengan selembar kertas dan alat tulis, siswa-siswi pun membagikan pengalaman dan kisah-kisahnya yang menyenangkan mengenai kegiatan Pramuka dan Perjusa ini.
Tak terasa, selama dua hari semalam pasukan penggalang SMP BSS telah menghabiskan waktunya dengan Perjusa di Bumi Perkemahan Coban Rondo. Digelarnya upacara penutupan sekaligus menjadi ucapan sayonara bagi seluruh peserta. Rombongan harus mengemasi seluruh barang dan tenda, untuk kembali pulang ke Malang. Sekitar pukul 15.00 WIB, seluruh peserta tiba di SMP BSS dengan orang tua yang menyambut penuh rindu juga bangga pada Pramuka kita.
Penulis: Rizka Ayu Kartini (Pelatih Jusatera)

