Cyber Bullying, No Way!!!!

Bullying adalah tindakan penggunaan kekuasaan untuk menyakiti seseorang atau sekelompok orang, baik secara verbal, fisik, maupun psikologis, sehingga korban merasa tertekan, trauma, dan tak berdaya (Sejiwa, 2008). Jenis bullying yang sering terjadi karena pesatnya perkembangan teknologi komunikasi adalah Cyber bullying. Ini adalah bentuk bullying yang terbaru karena semakin berkembangnya teknologi, internet dan media sosial. Pada intinya adalah korban terus menerus mendapatkan pesan negatif dari pelaku bullying baik dari pesan elektronik di internet maupun media sosial lainnya yang bentuknya bisa berupa:

  1. mengirim pesan yang menyakitkan atau menggunakan gambar
  2. meninggalkan pesan suara yang kejam
  3. menelepon terus menerus tanpa henti namun tidak mengatakan apa-apa (silent calls)
  4. membuat website yang memalukan bagi si korban
  5. si korban dihindarkan atau dijauhkan dari chat room dan lainnya
  6. Happy slapping” – yaitu video yang berisi dimana si korban dipermalukan atau di-bully lalu disebarluaskan.

Remaja yang menjadi korban bullying lebih berisiko mengalami berbagai masalah kesehatan, baik secara fisik maupun mental. Adapun masalah yang lebih mungkin diderita anak-anak yang menjadi korban bullying, antara lain munculnya berbagai masalah mental seperti depresi, kegelisahan dan masalah tidur yang mungkin akan terbawa hingga dewasa, keluhan kesehatan fisik, seperti sakit kepala, sakit perut dan ketegangan otot, rasa tidak aman saat berada di lingkungan sekolah, dan penurunan semangat belajar dan prestasi akademis. Dalam kasus yang cukup langka, anak-anak korban bullying mungkin akan menunjukkan sifat kekerasan. Seperti yang dialami seorang remaja 15 tahun di Denpasar, Bali, yang tega membunuh temannya sendiri karena dendamnya kepada korban. Pelaku mengaku kerap menjadi target bullying korban sejak kelas satu SMP.

Contoh kasus tersebut tentunya sangat tidak kita harapkan muncul di sekitar kita. Bullying bukanlah hal lucu. Bullying adalah pembunuhan mental. Masihkah mungkin kita lakukan? Make a safe environtment without bullying!

Oleh: Muchamad Arif, S.Si, M.Pd.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

raja111