
Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun ke-80 Republik Indonesia (20/08), SMP BSS kembali mengadakan berbagai lomba untuk memeriahkan suasana kemerdekaan. Tahun ini, konsep lomba dibuat sedikit berbeda dari biasanya. Seperti yang dijelaskan oleh Ibu Devita, selaku guru pendamping kegiatan, lomba-lomba dikemas dalam bentuk estafet. Jadi, dalam satu kali jalan, peserta bisa mengikuti beberapa lomba sekaligus. Hal ini membuat jalannya acara lebih seru, variatif, dan tidak monoton.
Kegiatan perayaan di SMP BSS dilaksanakan selama dua hari, yaitu Selasa (19/8) dan Rabu (20/8). Pada hari pertama, siswa mengikuti lomba KKK (estafet kardus, makan kerupuk, lomba karet), lempar air, BBB (bakiak, balap karung, paku botol). Sementara itu, di hari kedua ada dua lomba yang tak kalah seru: goyang kardus dan pukul air.
“Jenis lomba yang dipilih memang identik dengan perayaan kemerdekaan, tetapi kami juga menambahkan variasi yang sedang viral, seperti goyang kardus, supaya lebih menarik untuk anak-anak,” jelas Ibu Devita.
Perencanaan acara ini ternyata tidak instan. Sejak dua bulan sebelumnya, OSIS sudah mulai menyusun konsep dan draft kegiatan. Dari pemilihan lomba, penyusunan rundown, hingga menyiapkan perlengkapan, OSIS menjadi motor utama kegiatan ini. Guru hanya bertindak sebagai pembimbing dan penyempurna konsep. “Boleh saya katakan, 90% keberhasilan acara ini ada di tangan OSIS,” tutur Ibu Devita.
Lebih dari sekadar memeriahkan HUT RI, lomba-lomba ini memiliki tujuan mendidik siswa agar semakin semangat, sportif, dan memiliki jiwa kebersamaan. Nilai nasionalisme juga ditanamkan melalui persaingan sehat antar kelas dan penghargaan bagi pemenang. “Dengan adanya juara, siswa semakin terpacu semangatnya. Hal ini juga menjadi bentuk sederhana dari menumbuhkan nasionalisme,” tambahnya. Salah satu hal yang membuat Ibu Devita bangga adalah antusiasme siswa SMP BSS. Bahkan, jauh sebelum lomba dimulai, banyak siswa sudah penasaran dan bertanya lomba apa saja yang akan diadakan. Saat pelaksanaan, suasana pun meriah, penuh sorak-sorai, dan semangat kekompakan antar kelas. Di akhir wawancara, Ibu Devita menyampaikan pesan kepada seluruh peserta. Untuk yang berhasil menang, jangan cepat puas. Jadikan kemenangan sebagai motivasi untuk prestasi di lomba berikutnya. Sedangkan bagi yang belum beruntung, jangan patah semangat. Masih banyak kesempatan di depan untuk menunjukkan kemampuan dan kekompakan kelas.
Adapun harapan besar dari kegiatan ini adalah agar seluruh siswa bisa merasakan kegembiraan tanpa ada perselisihan. Selain itu, kegiatan 17 Agustus di tahun mendatang diharapkan lebih kreatif dan menyesuaikan dengan tren yang sedang digemari remaja. Perayaan HUT RI ke-80 di SMP BSS tahun ini menjadi bukti bahwa lomba-lomba sederhana bisa membawa kebahagiaan, menumbuhkan jiwa nasionalisme, serta mempererat kebersamaan antar siswa. Dengan dukungan OSIS, guru, dan seluruh peserta, kegiatan ini berhasil menjadi momen berharga dalam perjalanan sekolah menyemarakkan kemerdekaan (Lintang, Angga, & Sabrina.

