Siswi SMP BSS Tertantang Mengoleksi Gelar Duta

Bakat yang paling menonjol dari Ratu Belatrix Yuwono adalah menyanyi. Itu terlihat sejak kecil. Ibunya, Yayuk Yuwono, kerap melihat anak bungsunya itu berdendang.

Bahkan sekalian membuat video dari smartphone. Merekam sepanjang dirinya bernyanyi. Padahal anaknya itu pemalu. “Saya merasa suara dia kok bagus. Maka saya ikutkan dia dalam paduan suara di SD Brawijaya Smart School Malang,” kata Yayuk.

Di paduan suara itu, kemampuan Ratu dalam menyanyi terasah. Teknik olah vokalnya semakin baik. Sambil dilatih oleh Linda Kurniawan. Guru vokal dari Purwacaraka, Malang.

Makin lama, hingga usia Ratu 13 tahun, beragam prestasi dicapai tak hanya dari menyanyi. Di rumahnya, berjajar kurang lebih seratus piala kejuaraan.

Yang terbanyak dari lomba menyanyi. “Yang membuat saya beryukur, semua piala yang dikoleksinya itu tanpa pernah melupakan sekolah. Bahkan dia selalu menjadi siswi berprestasi,” ujarnya.

Piala lomba menyanyi pertama diraih Ratu dalam event Festival dan Lomba Seni Siswa Nasional (FLS2N). Setelah menjuarai tingkat gugus, Ratu dibawa ke tingkat kecamatan. Juara 1 berhasil disabetnya.

“Setelah tingkat kecamatan, Ratu dibawa ke tingkat kota. FLS2N se-Kota Malang. Dia juara 2. Setelah itu terus-menerus Ratu rajin mengikuti lomba menyanyi. Bahkan ke berbagai kota termasuk di Surabaya,” papar Yayuk.

Belakangan Yayuk menyadari bahwa prestasi di bidang seni suara itu membawa putrinya senang menantang diri dalam kejuaraan di bidang lain. Seperti mengikuti pemilihan duta.

Di antaranya berlaga dalam Kakang dan Mbakyu Cilik Kota Malang 2019. “Anak saya biasanya antusias kalau ada lomba nyanyi. Tapi sekarang dia juga antusias kalau mengikuti pemilihan duta,” ungkap Yayuk.

Pemilihan itu membuat bakat gadis yang lahir 8 Maret 2008 itu makin muncul. Meskipun pemilihan jelas berbeda dengan lomba menyanyi namun wawasan pesertayang diuji membuat Ratu kian matang.

Untung Ratu adalah anak yang percaya diri dengan kemampuannya sendiri. Dalam banyak tahapan lomba, Ratu belajar banyak hal. “Saya diuji pengetahuan tentang potensi Malang,” ujar putri kedua Yayuk dan Bambang Yuwono itu.

Dalam kontes, Ratu memperlihatkan kemampuan public speaking. Karena sering menyanyi, olah vokalnya dinilai bagus. Tak ada demam panggung karena terbiasa tampil menghibur di depan orang banyak ketika bernyanyi.

”Dalam olah vokal yang menjadi bagian tes bakat, Ratu selalu mendapat nilai tinggi. Betul juga, Ratu bisa terpilih sebagai Mbakyu Cilik Kota Malang 2019,” ujar Yayuk.

Beberapa prestasinya sebagai duta cilik itu dinilai Yayuk tak lepas dari bakat menyanyinya yang menjadi nilai plus.

Terbukti ketika dipersiapkan mengikuti kontes Raka dan Raki Cilik Jawa Timur 2019, lagi-lagi Ratu berhasil. Meraih predikat juara 3 atau bergelar Wakil II.

Setelah mengikuti lomba itu, Ratu tertarik menjajal kemampuannya dalam pemilihan Duta Cilik Anti-Narkoba Kota Malang 2019. Kali ini dia bisa belajar tentang bahaya narkoba dan dampaknya yang merusak.

Berkat pemahamannya tentang bahaya narkoba dan didukung banyak bakat, Ratu dinobatkan menjadi juara favorit. Sejak menyandang gelar tersebut, dia kerap bersosialisasi. Kepada pada anakanak seusianya. Tentang dampak bahaya narkoba bagi generasi bangsa

”Aku mau memberikan contoh bahwa sejak belia, tekunilah bidang apa saja dan selalu mengembangkan wawasan. Sebab itu akan membawa kita terus kreatif dan terpacu untuk berprestasi,” tegas siswi kelas VII SMP Brawijaya Smart School Malang itu. (Heti Palestina Yunani-Guruh Dimas Nugraha)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *