Diet = Mengurangi Porsi Makan, Benarkah?

Yup, bisa diterka bahwa pola pikir diet yang sudah paten dalam pola pikir masyarakat kita identik dengan mengurangi porsi makan, mengindari gorengan, mengurangi makan nasi putih, tidak boleh makan yang manis-manis dll. Well, itu lumrah karena beberapa orang kadang malas untuk memperbanyak literasi atau tetap bersikukuh pada paradigma diet yang ada pada pikiran. Nah kalau masih begitu yang perlu kita ubah adalah kebiasaan kita dalam hal membaca.

Semua sumber literasi termasuk artikel kesehatan di dunia sudah sepakat bahwa diet adalah mengatur pola makan atau asupan makanan yang masuk ke tubuh kita. Sejatinya orang yang melakukan aktivitas diet sudah memahami arti dari mengatur pola makan itu sendiri, artinya memahami makanan apa yang cocok dan dibutuhkan tubuh dan apa yang berbahaya bagi tubuhnya. Bahasa sederhanya makan makanan yang diterima oleh tubuh kita, karena diet disesuaikan dengan kondisi tubuh tiap manusia yang cenderung berbeda-beda. Oleh karena itu, diet setiap orang tidak sama.

Tujuan diet pada umumnya bisa kita klasifikasikan sebagai berikut.

  1. Menurunkan berat badan

Diet dengan tujuan ini disarankan untuk memenuhi kebutuhan nutrisi tubuhnya secara konsisten dengan memahami 3 pola, yakni pola makan, pola latihan/olahraga, dan pola istirahat. Dari segi pola makan orang dengan kondisi gemuk lebih banyak menyimpan lemak dan kalori karena tidak ada pembakaran dalam tubuhnya, sementara aktivitas pembakaran yang baik dilakukan melalui olahraga dan istirahat cukup. Oleh kerena itu, mengatur jumlah kalori dan lemak yang masuk dan jumlah kalori dan lemak yang dibakar harus 1 banding 2. Artinya jumlah kalori dan lemak yang masuk cukup tidak berlebihan, sedangkan kalori dan lemak yang dibakar lebih banyak. Lebih sederhananya makan makanan yang membantu proses pembakaran seperti sayur dan buah tanpa mengurangi asupan kalori dan lemak yang dibutuhkan sesuai kebutuhan harian.

  • Menaikkan berat badan

Menaikkan berat badan sebenarnya gampang-gampang susah. Karena kembali lagi kondisi tubuh seseorang berbeda-beda. Orang dengan metabolisme cepat perlu mencukupi asupan kalori di atas kebutuhan harian lebih banyak dari pada orang dengan dengan metabolisme sedang dan tentunya tidak melupakan 2 pola lainnya yakni pola latihan dan istirahat, sedangkan orang dengan metabolisme rendah biasanya cenderung mudah untuk menaikkan berat badan karena tubuh secara otomatis dapat menimbun lemak dan kalori lebih mudah. Hal ini juga dipengaruhi oleh banyak faktor dari segi kondisi tubuh yang kurang baik maupun dari segi hormonal dll.

  • Menjaga tubuh tetap ideal

Secara alamiah tubuh kita memperoleh asupan tenaga dari dua sumber yakni kalori dan lemak. Asupan kalori menjadi sumber utama setelah lemak. Oleh karena itu,  jika ingin menjaga tubuh ideal kita perlu menjaga asupan kalori dan lemak yang masuk ke tubuh kita. Artinya jika kita sudah makan kalori maka lemak kita tidak boleh lebih dari kebutuhan harian begitu juga sebaliknya.  Artinya, kita harus cermat dalam menentukan sumber tenaga kita secara proporsional agar tubuh ideal kita tetap terjaga dan absolutely pola latihan yang cukup akan sangat mendukung baik kardio maupun angkat beban serta pola istirahat yang cukup karena sejatinya proses tubuh dalam kondisi terbaik adalah ketika kita istirahat (tidur yang cukup).

Jadi, jangan asal diet, cermati dulu apa tujuan dietmu dan lakukan sesuai aturan diet itu sendiri.  

Oleh: Hasin Feriyanto, S.E.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *