Ikhlaslah Seperti Jam Dinding

“Yang sabar ya..yang ikhlas ya..”

Dan kitapun menjawab.”.InshaAllah saya ikhlas”

Dalam kehidupan seringkali kita dihadapkan pada kondisi suka dan duka. Disaat mendapatkan peristiwa duka, pasti ada yang memberikan dukungan moril pada kita dengan kalimat sederhana.

Kalimat – kalimat ikhlas tersebut, sering kali kita dengar. Hal ini bisa saja terucap dengan tulus, namun bisa juga basa – basi guna menghibur. Kalimat ikhlas ini gampang sekali diucapkan, namun sulit dilakukan. Sederhana tapi berat.

Ikhlas artinya niat perbuatan amal saleh secara tulus tanpa pamrih manusia, melainkan hanya mengharapkan ridho Allah SWT semata.

Seringkali kita bilang, saya ikhlas melakukan semua ini tanpa mengharap pujian atau apapun dari siapapun. Namun dalam prakteknya kita sering merasa kesulitan untuk bisa menghadirkan ketulusan dalam melakukannya.

Kalau bisa kita renungi dari hal paling sederhana, contohnya ketika kita pernah berselisih paham dengan seorang teman yang sudah terjadi beberapa waktu silam, pada awalnya kita bisa berucap sudahlah lupakan saja, namun ketika jarak beberapa lama kemudian kita bertemu lagi dengan orang tersebut, yang ada dihati kecil kita muncul pikiran “ini orang yang pernah bikin saya jengkel”. Berarti hal ini, sebagai bukti kita belum bisa ikhlas memaafkan seseorang.

Untuk itu coba kita bisa jalani hidup seperti jam dinding di rumah kita yang

Dilihat atau tidak, ia tetap berdenting

Dihargai orang atau tidak, ia tetap berputar

Walau tak seorangpun mengucapkan terimakasih, ia tetap bekerja,

Setiap jam, setiap menit, bahkan setiap detik.

Teruslah berbuat baik kepada sesama meskipun perbuatan baik kita tidak dinilai dan diperhatikan oleh orang lain. Bekerjalah dan berbuat baiklah seperti jam dinding , meskipun tidak dilihat namun senantiasa memberi manfaat bagi orang disekitarnya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *