Persahabatan Indonesia-Jepang Dalam Wadah BSS

Brawijaya Smart School Malang, tepatnya pada unit SD dan SMP,  kembali mendapat kunjungan tamu dari Jepang. Seperti yang pernah dilakukan, kali ini dengan program yang sama, yaitu Oyako Tabunka Koryu in Malang, para tamu yang berjumlah 11 orang dewasa dan 8 orang siswa SD serta SMP, mengikuti kegiatan cultural exchange di bawah naungan IIMS (International Institute of Multi-Cultural Studies) yang dipimpin langsung oleh Mr. Takao Ota dari Annaka Jepang.

Kegiatan kunjungan di Malang dilakukan mulai tanggal 3-8 Agustus 2019. Tepat pada tanggal 5 Agustus, yaitu hari Senin, mereka mengunjungi BSS. Kegiatan kunjungan diawali dengan penyambutan yang dilakukan oleh Kepala SMP BSS, yaitu Bapak Muchamad Arif, S.Si., M.Pd.  setelah itu dilanjut dengan  mengeksplor gedung dan segala fasilitas yang berada di  SD dan SMP BSS serta yang sedikit berbeda dari sebelumnya adalah  kegiatan masak bersama di dapur SMP BSS.

Kegiatan dibagi menjadi dua, yaitu kegiatan para siswa dan kegiatan para pengunjung yang sudah dewasa. Para siswa yang masih usia SD, dipandu langsung oleh Pak Wawan selaku Kepala SD BSS untuk mengunjungi SD BSS.  Disana mereka mengikuti kegiatan pembelajaran di dalam kelas dan diakhiri dengan bermain bola bersama.

Pada dua siswi SMP pun demikian. Dipandu oleh Pak Ervan dan ditemani oleh tiga siswa SMP BSS yang sudah memiliki keahlian dalam berbahasa Inggris, yaitu Sjalini, Dustin Hazeldo, dan Amare, mereka diajak mengeksplor fasilitas yang ada di SMP BSS dan dilanjut dengan mengikuti kegiatan di kelas, yaitu kelas Olahraga Pak Juni, Kelas Bahasa Inggris Bu Yusi, dan kelas IPA Bu Lianita yang sedang melakukan praktik di laboratorium.

Para tamu dewasa, diarahkan menuju dapur SMP untuk melakukan kegiatan memasak. Masakan yang disiapkan  merupakan makanan tradisional Indonesia, dengan tujuan agar mereka mengenal masakan nusantara dan cara membuatnya. Menu pertama adalah sup ayam yang dipandu oleh Bu Esti. Menu kedua adalah bergedel kentang dan jagung yang dipandu oleh Bu Yuliati. Menu ketiga merupakan makanan penutup yaitu kolak pisang, ketela dan labu serta pisang goreng yang dipandu oleh Bu Yupe.

Secara keseluruhan kegiatan berjalan dengan sangat menyenangkan. Terutama pada kegiatan memasak  di dapur. Perbedaan bahasa tak menjadi penghalang mereka untuk saling bekerja sama, hingga menghasilkan masakan yang lezat.

Kegiatan ditutup dengan makan bersama dan dilanjutkan dengan perpisahan. Sungguh pertemuan singkat yang mengesankan. Pertemuan singkat yang memberikan berjuta penglaman menarik dengan mengenal dan mempelajari hal baru dari masing-masing negara, Indonesia dan Jepang. Tak ada penghalang untuk saling mengenal. Saling menghargai dan memahami adalah jembatan tuk menjalin hubungan persaudaraan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

raja111