Rutin Pantau Kesehatan, SMP Brawijaya Smart School Gelar Skrining Peserta Didik

        Dalam proses pembelajaran, selain dibutuhkan siswa yang memiliki pengetahuan yang tinggi, kesehatan jiwa dan raga juga menjadi salah satu hal yang terpenting. Maka dari itu, SMP Brawijaya Smart School (BSS) mengadakan skrining kesehatan untuk siswa dan siswinya. Kegiatan ini diadakan untuk memantau perkembangan peserta didik dari segi kesehatan fisiknya, sehingga berpengaruh baik kepada pembelajaran di sekolah.

          SMP BSS telah melaksnakan skrining kesehatan tingkat awal yang dibantu dengan tim Palang Merah Remaja (PMR) yang terlatih dan juga menjadi kader kesehatan di sekolah. Dimana dalam skrining kesehatan tingkat awal tersebut dilakukan pengecekan berat badan, tinggi badan, dan IMT (Indeks Massa Tubuh). Sehingga tenaga kesehatan mengetahui mana peserta didik yang tergolong stunting maupun obesitas. Karena dengan adanya permasalahan kesehatan tersebut, sudah cukup menjadi kendala dan mengganggu aktivitas belajar siswa.

          Selain itu, tim PMR juga melakukan pengecekan tensi atau gula darah. Agar membedakan dan mengetahui apakah anak tersebut memiliki darah rendah atau malah sebaliknya.

          Dengan adanya skrining kesehatan tingkat awal ini, data-data yang terkumpul bisa menjadi alat bantu untuk puskesmas pendamping agar bisa melakukan skrining kesehatan lebih lanjut dan menyeluruh.

          Selain dengan puskesmas, guru PJOK SMP Brawijaya Smart School juga ikut dalam pembentukan program pembinaan kebugaran peserta didik. Dari situ, dapat terlihat juga mana siswa yang memiliki penyakit tertentu seperti anemia, asma, dan lainnya. Sehingga dapat membedakan kategori aktivitas fisik yang dapat dijalani peserta didik tersebut.

          SMP BSS selalu berupaya untuk meningkatkan kesehatan fisik dari peserta didiknya, namun tidak selalu berjalan mulus dan mestinya ada kendala yang terjadi. Salah satu kendala yang dihadapi SMP BSS dalam skrining kesehatan tingkat awal maupun tingkat lanjut seperti imunisasi HPV adalah perizinan orang tua/wali murid. Dimana kesadaran orang tua terkait kebugaran jasmani peserta didik masih cukup minim, apalagi jika kesadaran tersebut seharusnya menjadi kunci dibalik kesuksesan kegiatan ini.

          Dan juga SMP BSS selalu mengedukasi peserta didiknya melalui banyaknya kegiatan di SMP BSS. Seperti keputrian, PJOK, IPA, maupun pelajaran yang dimana bisa saja masih terselip edukasi tentang kesehatan peserta didik.

          Ibu Dwi Utami, M.Pd. menyampaikan harapannya bahwa kegiatan skrining kesehatan ini harus betul-betul dilakukan secara rutin sehingga ada pemantauan intensif terhadap kesehatan peserta didik dan mencegah apabila ada indikasi atau tanda-tanda penyakit dari peserta didik. Karena lebih baik mencegahnya terlebih dahulu daripada mengobati (Azra).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

raja111