
Musim PPDB telah tiba, perbandingan antar sekolah pasti akan muncul di media, mulai dari biaya, pelayanan, fasilitas, sampai dengan profil lulusan. Antar sekolah akan dibenturkan dengan pendapat konsumen; pro swasta atau pro negeri pasti akan muncul dalam sebuah cuitan atau kolom komentar.
Pendidikan adalah salah satu kebutuhan utama setiap anak agar kelak ia bisa menjadi anak yang bermanfaat bagi dirinya, keluarga, masyarakat, dan umat. Setiap orang tua pasti menginginkan anaknya kelak akan menjadi seseorang yang membanggakan. Keinginan ini umum menjadi keinginan setiap orang tua, apapun statusnya, bagaimanapun kondisi finansialnya. Bahkan, keinginan orang tua bahwa masa depan anaknya kelak akan jauh lebih baik dari kondisi orang tua saat ini merupakan dorongan yang kuat. Berbagai cara akan dilakukan oleh setiap orang tua untuk menggali minat dan bakat anak.
Pendidikan pada anak merupakan pondasi di dalam menyongsong masa depan yang cerah, karena sekolah merupakan tempat di mana karakter anak akan terbentuk, selain di dalam keluarga dan lingkungan yang baik. Sekolah merupakan tempat di mana ekuilibrasi anak akan terolah, sehingga anak mulai tahu mana yang benar dan mana yang salah selain didikan dari kedua orang tua.
Dalam bidang pendidikan, Ki Hadjar Dewantara memandang adanya konsepsi Tripusat Pendidikan yang memiliki peranan besar. Tripusat Pendidikan yaitu suatu upaya pendidikan nasional yang meliputi pendidikan di tiga lingkungan hidup, ialah:
- Pendidikan di lingkungan keluarga
Lingkungan keluarga adalah pusat pendidikan utama dan pertama yang dapat mempengaruhi tumbuh kembang anak baik dalam aspek karakter, budi pekerti, maupun cara berpikir. - Pendidikan di perguruan
Lingkungan perguruan merupakan pusat pendidikan formal yang memiliki tanggung jawab penting dalam mengusahakan kecerdasan pikiran (perkembangan intelektual) serta memberikan ilmu pengetahuan. - Pendidikan di lingkungan masyarakat (termasuk media sosial)
Lingkungan masyarakat adalah arena di mana anak belajar beraktivitas dan mengaktualisasikan dirinya dalam upaya mengembangkan potensi yang dimilikinya.
Sekolah juga sangat berperan penting di dalam perkembangan intelektual seorang anak. Dengan bersekolah, seorang anak mulai memahami cara berinteraksi, bersosialisasi, serta menyelesaikan setiap masalah yang dihadapinya. Maka, sekolah sangat berperan besar bagi masa depan anak agar kelak dapat menjadi seseorang yang berguna, baik secara individual maupun sosial.
Melihat betapa pentingnya sekolah bagi tumbuh kembang anak di dalam menyongsong masa depan, maka peran orang tua juga tidak kalah penting saat anak mulai menimba ilmu di sekolah. Peran orang tua yang utama adalah membimbing dan mengarahkan anak dalam memilih sekolah. Tidak dapat dipungkiri, sejauh ini masih banyak orang tua yang beranggapan bahwa sekolah yang mewah dan mahal akan berpengaruh terhadap proses belajar anak.
Padahal anggapan itu salah besar. Faktor yang sangat mempengaruhi baik buruknya capaian prestasi belajar anak adalah kemampuan serta kemauan seorang anak di dalam memilih tempat belajar. Mewah dan mahalnya sekolah menjadi tidak berarti apabila anak tidak semangat belajar karena lingkungan sekolah yang dianggap mewah oleh orang tua tidak menimbulkan kenyamanan di hati anak. Kenyamanan merupakan faktor internal dari anak yang amat penting diperhatikan oleh orang tua.
Tidak ada jawaban yang benar atau salah dalam memilih sekolah negeri atau swasta. Pilihan terbaik tergantung pada kebutuhan, preferensi, dan kemampuan finansial masing-masing keluarga. Lakukan riset cermat dalam memilih sekolah bagi anak. Perhatikan aspek akademis, prestasi yang telah dicapai oleh sekolah, lingkungan, pergaulan, serta cara guru dalam menjalankan proses belajar mengajar. Kunjungi sekolah-sekolah yang diminati dan pertimbangkan faktor-faktor tersebut sebelum membuat keputusan.
Mengingat bahwa masa depan pendidikan anak adalah pertaruhan yang tak ternilai, keputusan dalam memilih sekolah tidak boleh diambil berdasarkan gengsi.
(Ed:Hd)

