Hadapi Covid-19 “Panik Jangan, Meremehkan Tidak Boleh!”

Wabah Corona merupakan wabah dunia, semua orang dan Lembaga merasakan dampaknya. Di dunia Pendidikan sangat terasa sekali dampaknya karena baik guru dan siswa ketika ada kebijakan “stay at home”, “Work Form Home(WFH)” ataupun “dirumah saja” menjadi harus merubah strategi baik dari metode pembelajaran ataupun dari siswa yang harus merubah gaya belajar tentunya ada yang dapat mudah menyesuaikan , ada juga yang kesulitan apalagi bila sarana dan prasana yang kurang memadai dirumah masing- masing. SMP Brawijaya Smart School (SMP BSS) sebagai salah satu Lembaga Pendidikan Swasta di Kota Malang tentunya juga merasakan dampak  adanya wabah Corona atau dampak virus Covid-19 ini. Pada akhir Pebruari 2020 (saat belum ada instruksi WFH dari pemerintah Daerah kota Malang) dalam rapat dinas, bapak Muchammad Arif, S.Si, M.Pd selaku kepala SMP BSS menyampaikan kepada para guru yang hadir saat itu, “bahwa kita tidak boleh panik menghadapi wabah corona ini namun kita juga tidak boleh meremehkan, kemudian dilanjutkan uraian rencana menambah ketersediaan wastafel dilingkungan sekolah sehingga semua warga sekolah bisa dengan mudah cuci tangan, kemudian kita tidak boleh bersalaman baik dengan guru ataupun siswa cukup dengan menunjukkan salam dengan tangan kita menutup, jika batuk ditutup dengan lengan  dan SOP lain terkait pencegahan agar kita tidak tertular virus Covid-19”. Seiring berjalannya waktu ada instruksi dari pemerintah daerah untuk WFH, menyikapi hal ini SMP BSS merasa sudah siap menghadapinya karena dari sisi guru dan karyawan pada awal KBM Tahun 2019/2020 sudah diajarkan melalui workshop guru tentang media pembelajaran online sehingga saat ini dalam rangka mematuhi instruksi pemerintah para guru hanya butuh mengupgrade ilmunya dan itu bisa dilakukan dengan cara berkoordinasi melalui Whatsapp Group tentang kendala yang dihadapi para guru sehingga semua itu bisa dipermudah pelaksanaannya meski dari rumah sebagai langkah sosial distancing. Dari sisi siswa, sebelum adanya wabah corona ini siswa SMP BSS sudah terbiasa mengerjakan segala penilaian baik Penilaian Harian (PH) ataupun Penilaian Tengah Semester (PTS), Penilaian Akhir Semester (PAS) dengan menggunakan media Laptop milik siswa ataupun Handphone ketika mengerjakan dirumah, sehingga saat ini ketika harus menggunakan Laptop sebagai media utama pembelajaran, mereka tidak mengalami banyak kendala karena secara dasar pemahaman mengoperasikan laptop mereka sudah terbiasa. Dari sisi orang tua, memang awalnya orangtua ada keluhan karena merasa tidak tega dengan kondisi putra putrinya yang diberikan banyak tugas, namun setelah berlangsung pada minggu kedua WFH, para orangtua berbalik memberikan apresiasi pada para guru “bagaimana repotnya guru ya, karena meski dirumah guru-guru harus menyiapkan tugas, melakukan penilaian juga, belum lagi guru putri harus juga mengurusi rumah, salut pada guru- guru”. Ada apresiasi lain dari orang tua,”Semoga guru-guru selalu diberikan Kesehatan karena meski dirumah tugasnya masih tetap mengurusi anak- anak kami”. Apresiasi tersebut juga mereka wujudkan dengan proaktif mereka mengumpulkan tugas pemantauan ibadah siswa selama dirumah dan ketika ada informasi baru dari sekolah ataupun guru mata pelajaran, orang tua dengan cepat merespon dan melaksanakannya. Itulah gambaran kesiapan SMP BSS dalam menghadapi kondisi terjadinya pandemic corona ini. Wabah ini tidak perlu disesali, dibalik kondisi ini pasti banyak membawa hikmah pada kita semua. Lingkungan boleh di lockdown, tetapi pikiran kita harus terus diasah tidak boleh ikut terlockdown.Tetaplah patuh pada anjuran pemerintah untuk “dirumah saja” agar mencegah penularan Covid-19.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

raja111