Kemampuan Akademis Jadi Syarat Utama

MALANG –  Pada tahun ajaran baru mendatang, SMP Brawijaya Smart School (BSS) Malang akan mewajibkan siswanya mengikuti dua jenis ekstrakulikuler, yakni ekstrakulikuler fisik dan non fisik. Ini dilakukan sebagai upaya untuk memberi kesempatan pada siswa menyalurkan bakatnya.
Seperti disampaikan Kepala SMP BSS, Muchamad Arif, S.Si., M.Pd, selain kegiatan pramuka yang wajib diikuti oleh siswanya, mereka juga diwajibkan memilih minimal dua kegiatan ekstrakurikuler fisik dan non fisik. “Karena mungkin ada siswa yang tidak begitu menonjol dalam kegiatan fisik namun memiliki potensi dalam bidang non fisik lain, sehingga semuanya akan kami wadahi,” terangnya.
Untuk ekstrakurikuler fisik seperti bidang olahraga yang meliputi futsal, karate, dan lainnya, dilaksanakan pada hari Senin hingga Kamis selama kurang lebih satu jam, yaitu  sepulang kegiatan belajar. Sedangkan untuk ekstrakurikuler non fisik seperti PMR dan fotografi berlangsung pada hari Jum’at pagi.
Berbagai pembinaan karakter juga dilakukan sekolah untuk membentuk siswa unggul dan berwawasan, melalui pembiasaan pagi yaitu gerakan literasi selama 15 atau 20 menit. Ibadah harian siswa juga mendapatkan pengawalan dari sekolah melalui pelaksanaan secara bersama di sekolah, dan tak ketinggalan pula akan dibuka kelas tahfid bagi siswa dengan minat menghafal Al-Quran.
”Juga, sebelum salat asar ada kegaitan satu jam mengaji dengan mendatangkan guru dari lembaga mengaji Ummi,” tandas kepala sekolah yang ramah ini memastikan bahwa titel sekolah dengan kredibilitas yang baik tidak harus mahal. Menurutnya, persyaratan utama untuk menjadi siswa di SMP BSS adalah kemampuan akademis yang baik.
”Meskipun orang tua sanggup membayar lebih, namun apabila siswa tidak mampu dalam seleksi yang kami lakukan, tentu akan kami tolak. Sebaliknya, bila ada pendaftar dari siswa berprestasi namun tidak mampu, akan kami ambil. Tidak ada efek nominal dalam penerimana siswa didik baru kami,” ucapnya.
Seleksi yang dilakukan di SMP BSS meliputi penilaian dari raport kelas 4 dan 5, serta nilai semester pertama di kelas 6. Lalu tes tulis yang telah distandartkan dengan ujian nasional, juga tes wawancara untuk mengetahui karakter siswa.
Khusus untuk tahun ajaran baru 2017/2018 ini, SMP BSS masih akan membuka pendaftaran hingga gelombang tiga pada tanggal 8 Juli 2017 mendatang dengan menargetkan 125 hingga 130 siswa baru, yang akan terbagi dalam lima kelompok belajar. ”Setiap kelas akan berisi sekitar 25 atau 26 siswa, meskipun kapasitas kami bisa untuk 30 siswa per kelas. Tapi kami perkecil agar siswa dan guru merasa nyaman dalam belajar,” jelasnya.
Sementara dari target kuota, saat ini telah terseleksi 70 siswa dari gelombang pertama dan kedua sehingga masih akan dibuka sekitar 60 kursi bagi pendaftar baru. Namun hingga kemarin, telah terkumpul 30 calon peserta didik baru yang mengambil formulir. “Kami optimis, target jumlah dan target kualitas siswa baru SMP BSS dapat tercapai,” pungkasnya. (mg19/bua)

Sumber: http://malangpost.net/pendidikan/kemampuan-akademis-jadi-syarat-utama

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

raja111